Jumat, 08 April 2011

Pengaruh Intensitas Air

Tiap tahun kerusakan pantai sering terjadi yang dikhawatirkan akan merusak struktur yang potensial, seperti terumbu karang contohnya, sehingga banyak para riset berusaha mencegah dan mengenal lebih dekat tentang penyebab dan alternatif penanganannya. Salah satu tindakan riset : dengan mengkalkulasi dari hal terkecil kerusakan yang timbul, seperti skenario tinggi dan rendah debit air pada bibir sungai(mouth river area), dan memastikan faktor utama (identify key structures) dari tinggi rendahnya air. Karena dengan mengenal tinggi rendahnya air dan struktur(lempeng bumi/permukaan kedalaman lepas pantai), kita akan mengenal lebih dini tentang banjir, atau erosi, seperti halnya gejala tsunami dengan prediksi dini.

Sehingga kita membutuhkan pemetaan (mapping) seperti foto udara,sattelite atau semua produk pemetaan yang lainnya berupa video atau gambar. Dan Hasil Dokumentasi tersebut diukur dan dianalisa sesuai dengan klasifikasinya (classification).Dokumentasinya berupa software dari sistem informasi geografis (GIS) seperti MapInfo atau ArcView GIS, dengan pemisahan identifikasi warna yang tergantung dari jenisnya strukturnya. Dalam penentuan tindakan, sebelumnya dilakukan studi lapangan(mengunjugi tempat kejadian) dengan diskusi dengan pihak terkait ( pejabat area atau staf ahli)


Kelas dari Air
Umumnya nelayan, pelaut dan Pemain arum jeram, sangat mengenal dengan baik hal seperti itu. namun kebanyakan adalah sebuah pengalaman atau insting mungkin tidak dalam sebuah studi mendalam.
Sebenarnya Ada banyak kelas air didunia, baik dari aliran air(flood),penggunaan air(hak akses air), tingkat keamanan air,baik air biasa maupun sungai. Di dalam kelas atas hak akses air, berguna salah satunya dalam efisiensi penggunaan air/pembatasan untuk kelanjutan hidup(alokasi air) atas ketersediaan air, kebersihan air dan perawatan meter atas bahaya penguapan berlebih hingga kekeringan. Alokasi air, bisa diambil contoh kira2 tiap manusia perbulan menghabiskan 4.5 m3, (atau 0.16m3/hari), sehingga bila penduduk kota ada 500ribu, maka alokasi air perhari adalah 80.000 m3. Sedang dalam keamanan air, adalah perlindungan dari intensitas air, bebatuan, dan keselamatan jiwa.

Saya belum mengenal jelas perbedaan antara kelas air satu dengan lainnya, namun secara umum Ada 6 Tingkat / klas air yang perlu kita ketahui, karena sangat dekat dengan kehidupan kita :

Grade 1: Tingkat Dasar, dengan tingkat arus sedikit, mudah terlihat.(untuk arum jeram,agak sulit, perlu mendayung)
Grade 2: Disini air masih ditemui bercampur dengan pasir dan mungkin ada beberapa batu (untuk arum jeram,cocok untuk belajar dasar mengayuh, namun tetap berhati-hati)
Grade 3: Whitewater (Air Jernih tanpa pasir atau batu), gelombang kecil, namun tidak ada bahaya yang cukup besar.(untuk arum jeram, termasuk keterampilan mengayuh berpengalaman)
Grade 4: Whitewater(Air Jernih tanpa pasir atau batu), gelombang menengah,tidak teratur, mungkin ada batuan, mungkin ada penurunan yang cukup besar kira-kira 3 meter, dan adanya pusaran air(untuk arum jeram, termasuk pengalaman dalam arung jeram, karena manuver tajam mungkin diperlukan. )
Grade 5: Whitewater, ombak besar, volume besar, kemungkinan batu besar dan bahaya,  (untuk arum jeram, pengalaman arung lanjutan dikarenakan membutuhkan manuver yang tepat.)
Grade 6: (pada arumjeram, dianggap begitu berbahaya dalam bernavigasi karena aliran air yang tidak teratur, gelombang besar, batu besar yang akan memberikan dampak berat hampir semua peralatan arung jeram. karena kemungkinan berakhir pada cedera serius atau kematian. Disini termasuk Kelas Ektrim, karena jika berhasil menyelesaikan cepat tanpa cedera serius atau kematian secara luas dianggap sebagai masalah keberuntungan yang besar atau memiliki keterampilan ekstrim )


Karena umumnya untuk kelas 6 keatas minimal untuk sebuah perahu :
Kelas 6A - Private Boat Docks - Berlaku terutama untuk pemilik properti pribadi dermaga yang dibangun untuk tujuan rekreasi berperahu.
Kelas 6B - Marina Struktur - Berlaku untuk dermaga perahu rekreasi dan cangkokan yang terkait dengan pribadi dan kota marina operasi, komersial.
Kelas 6C - Komersial dan Industri Docks - Berlaku untuk dermaga dan dermaga yang berhubungan dan industri beroperasi secara komersial.
Kelas 6D - Perahu Ramps / Peluncuran Area - Berlaku untuk memulai landai dan dermaga yang terkait dengan pribadi dan kota perahu peluncuran, landai komersial.

Lebih Jelas Tentang Kedalaman Air :
Skala Internasional Kesulitan Air, atau  Buku paduan Arum Jeram, atau Referensi Lain yang melengkapi